Bahaya Masuk Angin dan Kerja Shift

Penyakit ini adalah yang paling sering kualami semenjak saya menamatkan kuliah saya, soalnya begitu saya tamat, saya langsung bekerja di bagian IT support di salah satu perusahaan di Medan. Pekerjaan yang saya lakukan adalah dibagi dalam tiga shift yaitu pagi, sore, dan malam. Memang sebuah pekerjaan yang berat, tapi maklumlah sebagai seorang yang fresh graduate sedang mencari pengalaman. Dalam pekerjaan ini saya dan rekan-rekan yang lain diberi tanggung jawab untuk menjamin bahwa layanan data dan voice bekerja dengan baik.

Banyak pengaruh yang diberikan oleh pekerjaan ini bagi hidup saya, yaitu mulai dari kerja pada hari sabtu atau minggu dimana diatur dalam jadawal 2 x pagi, 2 x sore, 2 x malam, dan 2 x libur. Suatu pekerjaan yang sangat memberatkan lagi adalah apabila harus bekerja malam hari sampai pagi, dada ini terasa sesak dengan angina malam, perasaan mau tidur tapi tidak bias karena harus kerja. Pekerjaan jenis ini adalah pekerjaan yang sangat menuntut fisik dan ketabahan yang kuat. Begitu siap shift malam, waktunya tidur dan bangun sore, makan jadi lupa, dan badan terus terasa mengantuk.

Terus terang berat badan saya naik sebanyak hamper 20 kg selama kerja di sana, penyebabnya adalah karena masuk angin, badan jadi lemas, dan yang paling berbahaya adalah semangat berkurang drastis. Dengan masuk anginnya badan, otomatis niat untuk olah raga tidak ada, padahal untuk menunjang kinerja pada saat malam harus minum kopi susu dan makan indomie pakai telor. Makanan berlemak banyak masuk tapi keringat tidak ada J, angin yang menjalar di semua tubuh saya serasa telah menghilangkan semua cita-cita dan jati diri saya. Beruntuk waktu malam hari koneksi Internet tetap masih ada di kantor, dari sana saya mencari informasi beasiswa untuk melanjutkan kuliah saya. Ternyata dari informasi yang saya dapat bahwa dari d3 tidak ada beasiswa, yang ada program ekstensi dengan biaya sendiri.

Bermodalkan gaji yang dikumpulkan selama 16 bulan, saya akhirnya memutuskan untuk melanjutkan kuliah saya di salah satu universitas swasta di Jakarta. Pengalaman yang penuh resiko, karena saya ke Jakarta harus mengikuti test ujian dulu, sedangkan pekerjaan saya sudah saya tinggalkan. Tapi ada semangat yang mendorong saya untuk berubah untuk menggapai cita-cita mulia saya. Akhirnya saya diterima dan mengikuti kuliah di tempat itu, saya memiliki rencana untuk kerja sambil kuliah karena kuliah saya adalah malam. Saya harus menyesuaikan dulu dengan Jakarta, karena suasananya sangat jauh berbeda dengan kota Medan. Selama bekerja di Jakarta saya bekerja di ISP, saya sempat ikut kerja dalam shift tapi hanya sebentar saja, angin kembali menghantui badan saya. Tapi untunglah ada peningkatan posisi, jadi kerjanya normal dari jumat sampai sabtu. Alangkah bahagianya tidur saat malam dan libur waktu sabtu dan minggu J J.

Bagi teman-teman yang sedang dalam pekerjaan shift karena suatu tugas untuk mendukung kinerja perusahaan yang beroperasi selama 24 jam, saran saya adalah :

  • supaya mempergunakan tunjangan shift malam untuk menjaga kesehatan.
  • Tidur yang cukup setelah shift malam.
  • Luangkan waktu dengan keluarga pada saat libur.
  • Selama shift malam pergunakan waktu untuk memperbaiki skill, karena suatu saat nanti fisik anda akan lemah.

_9

Bagi saya inti dari semua pengalaman ini adalah bahwa didalam bekerja kita harus tetap belajar walaupun seberapa besar rintangan yang ada di depan kita. Semua itu adalah masa untuk membentuk pikiran kita untuk menjadi seorang pemimpin nanti.

This entry was posted in Health. Bookmark the permalink.

5 Responses to Bahaya Masuk Angin dan Kerja Shift

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *